MODEL PENGEMBANGAN BAHAN AJAR 4D THIAGARAJAN
Tujuan dari penerapan model pengembangan 4D yakni untuk mengembangkan perangkat ajar melalui prosedur yang sistematis mencakup proses pengujian dan revisi sehingga produk yang dihasilkan dengan model ini pun dapat memenuhi kriteria yang baik dan teruji secara empiris. Jadi, tujuan dari penerapan model 4D dalam pengembangan bahan ajar supaya dapat menghasilkan perangkat ajar yang bersifat efektif dan konsisten. (Wijayanti, 2019)
Manfaat dari model pengembangan 4D Thiangarajan yaitu untuk mengidentifikasi dan menentukan dasar permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran sehingga melatarbelakangi perlunya pengembangan. media pembelajaran untuk menciptakan pemahaman yang lebih cepat terhadap proses pembelajaran dan menggunakan media pembelajaran sebagai salah satu media untuk membangkitkan minat belajar siswa dan pembelajaran menjadi lebih efektif lagi. model pengembangan 4D dapat mengembangkan kreativitas dan lebih mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar melalui media pembelajaran yang inovatif. (Rajagukguk et al., 2021)
Model pengembangan 4D Thiangarajan terbagi menjadi 4 tahapan, berikut penjelasan setiap langkah langkahnya:
1. Tahap Pendifinisian
Tahap pendefinisian berguna untuk menentukan dan mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan di dalam proses pembelajaran serta mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan. Dalam tahap ini memiliki 5 tahap yaitu analisis ujung, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep dan merumuskan tujuan pembelajaran.
a. Analisis Ujung Depan (Front-end Analysis) Analisa awal dilakukan untuk mengidentifikasi dan menentukan dasar permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran sehingga melatarbelakangi perlunya pengembangan (Thiagarajan, dkk 1974). Dengan melakukan analisis awal peneliti/pengembang memperoleh gambaran fakta dan alternatif penyelesaian. Hal ini dapat membantu dalan menentukan dan pemilihan perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan.
b. Analisis Siswa Analisa siswa merupakan kegiatan mengidentifikasi bagaimana karakteristik siswa yang menjadi target atas pengembangan perangkat pembelajaran. Karakteristik yang dimaksud ialah berkaitan dengan kemampuan akademik, perkembangan kognitif, motivasi dan keterampilan individu yang berkaitan dengan topik pembelajaran, media, format, dan bahasa.
c. Analisis Tugas Analisa tugas bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan yang dikaji peneliti untuk kemudian dianalisa ke dalam himpunan keterampilan tambahan yang mungkin diperlukan (Thiagarajan, dkk 1974).Dalam hal ini, pendidik menganalisa tugas pokok yang harus dikuasai peserta didik agar peserta didik bisa mencapai kompetensi minimal yang ditetapkan.
d. Analisis Konsep Dalam analisa konsep dilakukan identifkasi konsep pokok yang akan diajarkan, menuangkannya dalam bentuk hirarki, dan merinci konsep konsep individu ke dalam hal yang kritis dan tidak relevan (Thiagarajan, dkk 1974). Analisa konsep selain menganalisis konsep yang akan diajarkan juga menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan secara rasional. Analisa konsep ini meliputi analisa standar kompetensi yang bertujuan untuk menentukan jumlah dan jenis bahan ajar dan analisis sumber belajar, yaitu identifikasi terhadap sumber sumber yang mendukung penyusunan bahan ajar.
e. Spesifikasi Tujuan Perumusan tujuan pembelajaran berguna untuk merangkum hasil dari analisa konsep (concept analysis) dan analisa tugas (task analysis) untuk menentukan perilaku objek penelitian (Thiagarajan, dkk 1974). Rangkuman tersebut akan menjadi landasan dasar dalam menyusun tes dan merancang perangkat pembelajaran untuk selanjutnya diintegrasikan ke dalam materi perangkat pembelajaran yang akan digunakan.
2. Tahap Perencanaan
Setelah mendapatkan permasalahan dari tahap pendefinisian, selanjutnya dilakukan tahap perancangan. Setelah mendapatkan permasalahan dari tahap pendefinisian, selanjutnya dilakukan tahap perancangan. Tahap perancangan bertujuan untuk merancang perangkat pembelajaran. Tahap perancangan ini meliputi:
a. Penyusunan Tes Acuan (Criterion-test contruction) Penyusunan standar tes adalah langkah yang menghubungkan tahap pendefinisan dengan tahap perancangan. Penyusunan standar tes didasarkan pada hasil analisa spesifikasi tujuan pembelajaran dan analisa peserta didik. Dari hal ini disusun kisi-kisi tes hasil belajar. Tes disesuaikan dengan kemampuan kognitif peserta didik dan penskoran hasil tes menggunakan panduan evaluasi yang memuat penduan penskoran dan kunci jawaban soal.
b. Pemilihan Media Secara garis besar pemilihan media dilakukan untuk identifikasi media pembelajaran yang sesuai/relevan dengan karakteristik materi. Pemilihan media didasarkan kepada hasil analisa konsep, analisis tugas, karakteristik peserta didik sebagai pengguna, serta rencana penyebaran menggunakan variasi media yang beragam. Pemilihan media harus didasari untuk memaksimalkan penggunaan bahan ajar dalam proses pengembanan bahan ajar pada proses pembelajaran.
c. Pemilihan Format Pemilihan format dalam pengembangan perangkat pembelajaran bertujuan untuk merumuskan rancangan media pembelajaran, pemilihan strategi, pendekatan, metode, dan sumber pembelajaran.
d. Rancangan Awal Dikutip dari (Thiagarajan, 1974) bahwa rancangan awal adalah keseluruhan rancangan perangkat pembelajaran yang harus dikerjakan sebelum ujicoba dilakukan. Rancangan ini meliputi berbagai aktifitas pembelajaran yang terstruktur dan praktik kemampuan pembelajaran yang berbeda melalui praktik mengajar (Microteaching).
3. Tahap Pengembangan Tahap ketiga dalam pengembangan perangkat pembelajaran model 4D adalah pengembangan (develop). Tahap pengembangan merupakan tahap untuk menghasilkan sebuah produk pengembangan. Tahap ini terdiri dari dua langkah yaitu expert appraisal (penilaian ahli) yang disertai revisi dan delopmental testing (uji coba pengembanngan).
a. Penilian Ahli Penilaian ahli diartikan sebagai validasi modul atau teknik untuk mendapatkan saran perbaikan materi (Thiagarajan, 1974). Dengan melakukan penilaian oleh ahli dan mendapatkan saran perbaikan perangkat pembelajaran yang dikembangkan selanjutnya di revisi sesuai saran ahli. Penilaian ahli diharapkan membuat perangkat 5 pembelajaran lebih tepat, efektif, teruji, dan memiliki teknik yang tinggi.
b. Uji Coba Pengmbangan Uji coba pengembangan dilaksanakan untuk mendapatkan masukan langsung berupa respon, reaksi, komentar peserta didik, para pengamat atas perangkat pembelajaran yang sudah disusun. Uji coba dan revisi dilakukan berulang dengan tujuan memperoleh perangkat pembelajaran yang efektif dan konsisten.
4. Tahap Penyebaran Tahap penyebarluasan dilakukan untuk mempromosikan produk hasil pengembangan adar diterima pengguna oleh individu, kelompok, atau sistem. Pengemasan materi harus selektif agar menghasilkan bentuk yang tepat. Menurut Thiagarajan (1974) ada tiga tahap utama dalam tahap disseminate yakni validation testing, packaging, serta diffusion and adoption. Dalam tahap validation testing, produk yang selesai direvisi pada tahap pengembangan diimplementasikan pada target atau sasaran sesungguhnya. Pada tahap ini juga dilakukan pengukuran ketercapaian tujuan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas produk yang dikembangkan. Selanjutnya setelah diterapkan, peneliti/pengembang perlu mengamati hasil pencapaian tujuan, tujuan yang belum dapat tercapai harus dijelaskan solusinya agar tidak berulang saat setelah produk disebarluaskan. Pada tahap packaging serta diffusion and adoption, pengemasan produk dilakukan dengan mencetak buku panduan penerapan yang selanjutnya disebarluaskan agar dapat diserap (difusi) atau dipahami orang lain dan dapat digunakan (diadopsi) pada kelas mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Rajagukguk, K. P., Lubis, R. R., Kirana, J., & Rahayu, N. S. (2021). Pelatihan pengembangan media pembelajaran model 4d pada guru sekolah dasar. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 14-22.
Wijayanti, L. (2019). PENERAPAN DESAIN 4D PADA PENGEMBANGAN BUKU AJAR LOGIKA BERHITUNG MELALUI ANALISIS BERPIKIR SISWA SD. Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter, 2(01).
Ratih Navika Dewi 22010044008
Nadila Aulya Safira 22010044045

Komentar
Posting Komentar